PESANTREN KILAT AL AZHAR SYIFA BUDI SOLO
Kala anak dilatih keterampilan hidup
Yaa Allah…Yaa Rohman…Yaa Rohiim
Yaa Malik…Yaa Qudus…Yaa Salaam
Yaa Mu’min…Yaa Muhaimin…Yaa Aziiz
Yaa Jabbar, Yaa Mutakbbir…Yaa Kholiq
Lantunan nama Allah yang terangkai dalam Asma’ul Husna terdengar disebut-sebut oleh puluhan siswa SD Al Azhar Syifa Budi Solo, Senin (22/9), di Mesjid Al Muthohhari kompleks sekolah itu. Dengan dituntun oleh penanggung jawab kegiatan, murid-murid itu mulai membaca Asma’ul Husna pada agenda Pesantren Kilat (Peskil) yang diselenggarakan Senin-Selasa (22-23/9)
Suasana pesantren memang benar-benar tera sa ketika masuk ke SD Al Azhar Syifa Budi. Di berbagai lorong kelas dan di dalam kelas, anak-anak yang berbalut busana muslim dan muslimah itu sebagian besar sedang melakukan kegiatan keagamaan
Terpisah, aktivitas di Ruang Aula Lantai IV juga banyak menyita perhatian peserta Peskil. Pada Senin kemarin sekitar pukul 10.30 WIB, materi Salat Jenazah sedang disampaikan di ruangan itu. Yahnda Fitri Kurniawan yang merupakan Guru Bahasa Inggris pada penyampaian materi itu berlaku sebagai jenazah. Yahnda Fitri pun dibungkus dengan kain kafan saat praktik mengkafani jenazah. Setelah itu, anak-anak pun diajari melakukan Salat Jenazah
![]() |
![]() |
(Foto : praktik mengelola jenazah) Tuh Yanda Fitri Jadi Jenazahnya
Kepala Sekolah (Kasek) Al Azhar Syifa Budi Solo, H Sya’roni Kariem SAg MPd mengatakan seluruh kegiatan Ramadan dikaitkan dengan nuansa keislaman. Sya’roni mengemukakan, berbagai kegiatan yang dijadwalkan pada Peskil itu bertujuan untuk melatih anak-anak dalam implementasi life skill masing-masing.
”Kegiatan dibagi menjadi tiga segmen yaitu untuk anak kelas satu, kelas dua dan tiga serta untuk anak kelas empat sampai enam bersama dengan tujuh SMP. Jenis kegiatan yang sama untuk tiga segmen itu adalah membaca Asma’ul Husna, tadarus dan Salat Dhuha,” papar Sya’roni.Sya’roni mengemukakan salah satu kegiatan dalam Peskil adalah mencuci sarung Lebaran. Ditambahkan dia, tujuan agenda itu adalah melatih anak-anak untuk melakukan persiapan menjelang Lebaran. Dua siswa kelas II, Aditya Muhammad Abkar, 8 dan Sania Fahri Sungkar, 7 mengaku senang dengan acara Peskil.
Terpisah, siswa kelas IV, Brian Burhamsyah, 9 mengaku baru mengetahui perihal tata cara mengkafani jenazah. Dia merasa praktik jenazah tidak membosankan dan menyenangkan. ”Praktik mengkafani jenazahnya menyenangkan sehingga saya tidak bosan. Saya pun tidak merasa takut karena banyak orang. Kalau sendirian, tentu saya takut,” ucap Brian.
Sementara itu, siswa kelas V, M Hafidz B, 10 menuturkan pengetahuannya tentang jenazah semakin bertambah. – Oleh : Nadhiroh(dikutip dari Harian Solopos.23 Sept 2008)
Kegitan PESKIL Al azhar syifa budi dikemas dalam Ramadhan Integrated dengan nama RIYADHAH RAMADHAN 651.
Pada Hari Rabu tanggal 24 September 2008 Siswa kelas 7 (SMP) mengadakan Ziarah Jelajah Masjid Kuno peninggalan sejarah. Perjalanan mereka sangat unik yakni menggunakan andong. adapun masjid yang dikunjungi adalah MASJID AGUNG KRATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT. MASJID AL WUSTHO KRATON MANGKUNEGARAN dan LANGGAR MERDEKA yang didirikan setahun sebelum merdeka, sampai saat inii langgar tersebut belum pernah direnovasi, hanya ditambal dan di cat ulang jika ada kesusakan
HTML clipboard
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |







