SEMINAR PENDIDIKAN SEKS DAN PEMBENTUKAN AKHLAK
PENDIDIKAN SEKS (persiapan masa akil baligh) DAN PEMBENTUKAN AKHLAK SECARA ISLAMI BAGI ANAK USIA DINI HINGGA REMAJA
Pusat Pendidikan Al Azhar Syifa Budi Solo dan Yayasan Amal Sahabat, sabtu (24/01) mempersembahkan acara seminar pendidikan dengan tema “Pendidikan Seks (Persiapan Masa Akil Baligh) dan Pembentukan Akhlak Secara Islami Bagi Anak Usia Dini Hingga Remaja” dengan pembicara Prof. DR. H.M Darwis Hude, M.Psi ( Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PT IQ) Jakarta) dan Juliani Prasetyaningrum, M.Si, M.Psi (Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi UMS) dengan Moderator dr. Andri Putranto. Acara digelar dengan konsep formal di Sahid Prince Hotel. Seminar dimulai pada pukul 08.30 WIB dipimpin oleh MC. Mustaghfirin,S.Sos.I (Yahnda Firin). Rangkaian acara sambutan dimulai dari Yasayasan Amal Sahabat Surakarta yang diwakili pada Drs. HM. ADIB AJIPUTRA, MM, dan dari Dinas DIKPORA Surakarta. Acara inti dipimpin oleh moderator dr. Andri Putranto. Dokter dengan pembawaan yang ringan, santai dan penuh kecerian membuat audience makin semangat untuk mendengarkan ceramah dari kedua pembicara.
Prof.DR.H.M Darwis Hude dalam makalahnya yang bertema “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Moral dan Persiapan Massa Baligh” menyatakan peran strategis orang tua sebagai berikut :
1. Sebagai Fasilitator
2. Sebagai Edukator
3. Sebagai Motivator
4. Sebagai Konselor/Problem Solver
5. Sebagai Teladan/Model
6. Sebagai Teman
7. Sebagai Negosiator
Beliau juga menjelaskan fase perkembangan masnusia berdasarkan surah Al Mu’minun (12-16) dan al Hajj (5). Untuk mengaplikasikan nilai – nilai agama memang harus dengan teladan, karena anak memiliki kecenderungan untuk mengimitasi hampir semua yang menarik perhatiannya. Tiga tahap dilalui untuk menginternalisasi nilai – nilai agama pada anak :
1. Tahap Compliance, yaitu tahap pembiasaan pada kebaikan, kepatuhan pada kebenaran. Ucapan terima kasih, maaf, nilai – nilai kebaikan lainnya harus muncul dan bermula dari orang tua. Di sini juga berlaku ganjaran dan hukuman.
2. tahap Identifikasi, yaitu anak mulai mengidentifikasi dirinya dengan kebaikan serta pelaku kebaikan. terdapat rasa senang terhadap sesuatu yang telah dibiasakan padanya dan berusaha untuk menerima hal tersebut sebagai sautu keniscayaan.
3. Tahap Kristaslisasi nilai – nilai, yaitu tahap akhir yang dituju di dalam pendidikan moral (agama), yaitu ketika anak sudah menjadikan kebaikan itu sebagai bagian dalam kehidupannya (telah menjadi sikap hidup).
Sementara itu Juliani Prasetyaningrum dalam cermahnya menjalaskan bagaimana caranya untuk memberikan pendidikan sex pada anak. Beliau menjelaskan bahwa pemberian pendidikan sex pada anak dapat dilakukan melalui komunikasi langsung antara orang tua dan anak, konsultasi pribadi dengan tenaga ahli yang berkompeten, dialog interaktif dengan media massa, melalui kegiatan ilmiah, atau melalui studi kasis di lingkungan sekitar.
Kemudian siapa yang berhak memberikan pendidikan seks, beliau menjelaskan, mereka adalah orang tua, tenaga ahli yang kompeten, psikolog, ulama, guru dsb.
Selanjutnya belaiu menjelaskan bahwa pendidikan seks harus diberikan pada saat anak bertanya, pada saat adanya kasus seksual di lingkungan sekitar maupun di media massa, dan saat adanya pembahasan masalah seksualitas dari ahli.
Alhamdulillah, acara berlangsung sukses dan mendapat sambutan hangat dari para peserta seminar.
![]() |
![]() |
![]() |
| MC. dr. Andri Putranto | Juliani P. M.Si. M.Psi | Prof. Dr. H.M. Darwis Hude |




